Simulasikan desain jaringan di bawah ini, gunakan Static Routing
Gambar 2. Contoh Konfigurasi Jaringan dengan Router Statis
1.
Konfigurasi masing-masing PC :
Lab-01 :
192.168.1.14/28
Lab-02 :
192.168.1.30/28
Lab-03 :
192.168.1.46/28
Klik pada
komputer yang akan diset. Pilih menu Desktop. Pada IP Configuration, ketik IP Address,
subnet mask dan default gateway (nomor IP dari Router yang terhubung langsung
ke PC tersebut).
2.
Konfigurasi masing-masing Router :
Klik router
yang akan dikonfigurasi. Pilih menu Config. Pilih Interface - Serial 0/0/0. Isi
IP Address dan Subnet Mask-nya. Jangan lupa ON kan Port Status. Lakukan hal
yang sama untuk interface yang lain (serial maupun fast ethernet).
Khusus untuk
koneksi serial, jika router yang dikonfigurasi merupakan sisi DCE, isilah clock
rate yang besarnya tergantung dari setting yang diinginkan.
Router Surabaya :
Serial 0/0/0
: 192.168.1.253/30 - DCE
Serial 0/0/1
: 192.168.1.250/30
Fe 0/0 :
192.168.1.1/28
Router Sidoarjo :
Serial 0/0/0
: 192.168.1.254/30
Serial 0/0/1
: 192.168.1.245/30 - DCE
Fe 0/0 :
192.168.1.17/28
Router Gresik :
Serial 0/0/0
: 192.168.1.249/30 - DCE
Serial 0/0/1
: 192.168.1.246/30
Fe 0/0 :
192.168.1.33/28
3. Jika
seluruh device sudah selesai dikonfigurasi, lakukan pengecekan koneksi antar
masing-masing
device tersebut dengan perintah ping.
B. Mengkonfigurasi static routing pada Router Fisik
Disain
jaringan sama seperti gambar 2. Siapkan peralatan sebagai berikut : 3 buah
router (1841), dan 3 buah
PC. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Pasang
interface serial pada slot yang kosong pada router. Cara instalasinya harus
dimatikan
device router simulatornya, pasang modul seriall kemudian hidupkan router kembali.
2. Siapkan
kabel Rollover. Hubungkan sisi konektor RJ-45 ke Console di Router dan sisi konektor
DB 9 ke bagian port serial COM 1 di komputer.
Gambar 4.
Cara pemasangan koneksi Serial router modus console
3. ON kan
device tersebut. Pada PC, masuk ke Hyperterminal. Set parameter bit per second, data bit,
parity, stop bit dan flow control dengan nilai 9600,8,N,1,N.
4. Tunggu
sampai ada response dari router yang bersangkutan. Isi user id dan password
yang
diminta. Selanjutnya di display akan diketikkan perintah sebagai berikut :
Router > enable - ketik (untuk meng-enable
router ybs).
Anggap
Router ini sebagai Router Surabaya. Kita akan mengeset Router tersebut sesuai
dengan
konfigurasi Router Surabaya.
Router Surabaya
Router>enable
Router#conf t
Router(config)#hostname Surabaya
Surabaya(config)#interface fa0/0
Surabaya(config-if)#ip addres 192.168.1.1
255.255.255.240
Surabaya(config-if)#no shutdown
Surabaya(config-if)#exit
Surabaya(config)#interface serial0/0/0
Surabaya(config-if)#ip address 192.168.1.253
255.255.255.252
Surabaya(config-if)#clock rate 64000
Surabaya(config-if)#no shutdown
Surabaya(config)#interface
serial0/0/1
Surabaya(config-if)#ip
address 192.168.1.250 255.255.255.252
Surabaya(config-if)#clock
rate 64000
Surabaya(config-if)#no
shutdown
Surabaya(config-if)#
Surabaya#
Surabaya#conf
Surabaya(config)#ip route 192.168.1.16
255.255.255.240 192.168.1.254
Surabaya(config)#ip
route 192.168.1.32 255.255.255.240 192.168.1.249
Surabaya(config)#exit
Surabaya#copy run start
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
Surabaya#
Router Sidoarjo
Router>
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname Sidoarjo
Sidoarjo(config)#int fa0/0
Sidoarjo(config-if)#ip addres 192.168.1.17
255.255.255.240
Sidoarjo(config-if)#no shut
Sidoarjo(config-if)#exit
Sidoarjo(config)#int ser0/0/0
Sidoarjo(config-if)#ip addres 192.168.1.254
255.255.255.252
Sidoarjo(config-if)#clock rate 64000
Sidoarjo(config-if)#no shut
Sidoarjo(config)#int
ser0/0/1
Sidoarjo(config-if)#ip
addres 192.168.1.245 255.255.255.252
Sidoarjo(config-if)#clock
rate 64000
Sidoarjo(config-if)#no
shut
Sidoarjo(config-if)#exit
Sidoarjo(config)#ip route 192.168.1.0
255.255.255.240 192.168.1.253
Sidoarjo(config)#ip
route 192.168.1.32 255.255.255.240 192.168.1.246
Sidoarjo(config)#exit
Sidoarjo#
Sidoarjo#copy run start
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
Sidoarjo#
Router Gresik
Router>
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname
Gresik
Gresik(config)#int fa0/0
Gresik(config-if)#ip addres
192.168.1.33 255.255.255.240
Gresik(config-if)#no shut
Gresik(config-if)#exit
Gresik(config)#int ser0/0/0
Gresik(config-if)#ip addres
192.168.1.249 255.255.255.252
Gresik(config-if)#clock rate
64000
Gresik(config-if)#no shut
Gresik(config)#int ser0/0/1
Gresik(config-if)#ip addres
192.168.1.246 255.255.255.252
Gresik(config-if)#clock rate
64000
Gresik(config-if)#no shut
Gresik(config-if)#exit
Gresik(config)#ip route
192.168.1.0 255.255.255.240 192.168.1.250
Gresik(config)#ip route
192.168.1.16 255.255.255.240 192.168.1.245
Gresik(config)#exit
Gresik#
Gresik#copy run start
Destination filename
[startup-config]?
Building configuration...
[OK]
Gresik#
C. Menciptakan Tabel Routing Static
Setelah
seluruh device dikonfigurasi, perlu ditambahkan Tabel Routing di masing-masing Router.
Tabel Routing ini menunjuk ke jaringan (network) yang tidak terhubung langsung dengan
router tersebut.. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Tabel Routing
Static dibuat oleh Administrator secara manual. Tabel ini perlu di-update jika
ada perubahan konfigurasi jaringan. Bentuk Tabel Routing Static ditunjukkan
pada gambar 2
Router Surabaya :
Network
Subnet Mask Next Hop
192.168.1.0
255.255.255.240 192.168.1.1
192.168.2.252
255.255.255.252 192.168.1.253
192.168.3.248
255.255.255.252 192.168.1.250
Router Sidoarjo :
Network
Subnet Mask Next Hop
192.168.1.16
255.255.255.240 192.168.1.17
192.168.1.252
255.255.255.252 192.168.1.254
192.168.1.244
255.255.255.252 192.168.1.245
Router Gresik :
Network
Subnet Mask Next Hop
192.168.1.32
255.255.255.240 192.168.1.33
192.168.1.248
255.255.255.252 192.168.1.249
192.168.1.244
255.255.255.252 192.168.1.246
Untuk melihat seluruh konfigurasi ip route di
masing-masing router, ketik perintah show ip route - pada priviledged mode.
Semoga Bermanfaat ^_^
0 komentar:
Posting Komentar